23 Nov, 2016

Bahaya kebakaran akibat salah kaidah penggunaan material listrik

Posted By: advertising specialist In: Seputar Produk Comment: 0 Hit: 1122

Listrik adalah kebutuhan yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Sering kali listrik menjadi pemicu kebakaran dikarenakan penggunaan material listrik yang salah. Korsleting atau hubungan singkat listrik adalah ketika konduktor listrik yang bertegangan (L) tersambung atau berhubungan langsung ke konduntor netral (N).

Hal tersebut disebabkan isolasi yang tidak baik. Konduktor dalam kabel yang saling berhubungan langsung tersebut dapat mengakibatkan hubungan singkat sehingga dapat memicu timbulnya arus yang sangat besar pada kabel, dan akan menghasilkan energi panas yang besar dalam waktu yang sangat cepat. Apabila tidak segera ditangani akan menyebabkan kebakaran.

Perlu diketahui, Pada tahun 2014 penyebab terbanyak kebakaran yang terjadi di DKI Jakarta ialah dikarenakan korsleting listrik.
Dari 696 kejadian kebakaran di Ibukota pada tahun 2014, 648 kejadian kebakaran disebabkan oleh korsleting listrik.
Dan puncak kejadian tersebut terjadi pada agustus dan september di musim kering, api dengan mudah merambat cepat.
(sumber : http://www.antaranews.com/berita/481675/696-kebakaran-di-dki-pada-2014-penyebab-terbanyak-korsleting-listrik )

Data kebakaran di DKI Jakarta tahun 2014

Ada beberapa hal penyebab terjadinya korsleting listrik yang mengakibatkan kebakaran, yakni:

Instalasi Listrik

Pemasangan instalasi yang tidak sesuai prosedur dan PUIL serta kualitas material yang rendah, maka akan menyebabkan korsleting listrik.

Kabel  Listrik

Pemakaian kabel yang tidak sesuai dengan instalasi listrik seperti ketika pemasangan jalur utama instalasi listrik yang tidak menggunakan jenis dan ukuran kabel yang sesuai. maka kabel tersebut akan mudah panas yang mengakibatkan meleleh nya lapisan pembungkus pada kabel sehingga terjadi korsleting listrik dan menimbulkan percikan api.

Steker dan Stop Kontak

Material listrik ini tidak terlepas penggunaan nya pada bangunan apapun baik rumah, kantor, industri, dan lain-lain. Namun masih banyak yang belum mengerti kaidah penggunaannya yang benar.

Stop kontak memiliki rating daya maksimum yang masih di perbolehkan dalam penggunaan sehari-hari. Apabila stop kontak hanya memiliki 1 terminal, boleh di tambahkan terminal cabang kombinasi selama penggunaan beban tidak melebihi batas daya maksimum yang di ijinkan.

Jika penggunaan stop kontak dipaksa untuk menerima jumlah steker yang lebih banyak dengan menambahkan stop kontak kombinasi yang mampu menambah kapasitas jumlah terminal yang ada, Maka yang terjadi ialah timbulnya energy panas yang tinggi dan mengakibatkan melelehnya lapisan isolator pada stop kontak maupun steker. Sehingga  terjadi korsleting listrik.

Selain itu penyebab lainya adalah timbulnya percikan api pada stop kontak yang terpasang steker, percikan api ini terjadi akibat longgarnya penjepit steker yang ada pada lubang stop kontak sehingga aliran listrik menjadi kurang maksimal terhubung maka yang terjadi adalah percikan bunga api yang berpotensi panas dan melelehkan lapisan isolator.

MCB (Miniature Circuit Breaker)

MCB memiliki 3 kegunaaan, yakni Pembatas Arus, Proteksi Beban Lebih, dan Proteksi Hubungan Singkat. Fungsi dari MCB tersebut tidak akan berjalan bila MCB sudah rusak dikarenakan MCB yang sering bekerja untuk memutuskan arus listrik dan umur MCB yang melebihi batas pemakaian, maka tidak ada lagi pengaman untuk memutuskan aliran listrik. Apabila terjadi hubungan pendek pada instalasi listrik, maka MCB yang tidak berfungsi ini tidak akan memutus aliran listrik dan akan berpotensi terjadi korsleting listrik dan kebakaran. 

Solusi nya adalah sebagai pengguna, instalatir maupun penjual harus mengerti kaidah penggunaan material listrik yang benar. seperti

- Memahami PUIL (Persyaratan Umum Instalasi Listrik)

- Menggunakan kabel sesuai rating daya dan ber-SNI (Standard Nasional Indonesia) 

- Menggunakan jenis steker dan stop-kontak sesuai besar beban 

- Memeriksa secara rutin dan mengganti MCB apabila ditemukan malfungsi pada MCB

.

.

.

.

.

.

.

.

Comments

Leave your comment